4 Feb 2009

Bidadari Malam

Merepih kesunyian dalam sepi malam

Mencari dalam kesendirian

Ketika malam tak lagi tentangmu

Dan pijar lentera meredup di tepian

Sungai hati bermuara di cakrawala jiwa

Buih-buih ombak bawa dirimu menjauh

Jauh, akankah kembali?

Datang, bisakah mengisi?

Jiwa-jiwa yang kosong

Ditingkahi hati yang hampa

Bidadari Malam

Renjana menghantar raga

Di ujung senja menebar asa

Mendekaplah

Rasakan setiap helai nafas

Nafas yang ada karnamu

Nafas yang ada hanya untukmu

Sepotong rendezvous kembali

Terlintas bayang senyum

Terdengar kepak sayap

Sekeping jiwa ku susun dalam hati

Membentuk wajah sang pencipta mimpi

Alunan swara yang datang dari langit

Mencari damai di swargaloka

Wahai titisan malaikat surga

Yang menemani tidur panjang

Yang mengelus mimpi dengan keindahan

Menjelmalah!

Mengejawantah dalam indah rupa Bidadari

Titipkan damai di atas bintang

Membelai tubuhku dengan tangan-tangan cinta

Selimuti raga dengan lembaran kehidupan

Tersenyum dalam dinginnya malam

Buai Sang Pujangga dan antarkan ia tidur tenang

Beri mimpi terindah tentang dirimu

Selamat tidur Bidadari

Pejamkan mata dan kita bersua di bunga tidur

Bidadari, ketika pagi tiba

Ketika embun menetes di ujung daun

Ketika matari muncul di ufuk timur

dan cahaya membias

Ku pinta, jangan pergi

Tetap disini, dipelukanku.

2 komentar:

rakyatindonesia mengatakan...

wow..puisinya bagus
& makasih ya udah ngunjungi blog rakyat indonesia di http://yanmartha.com

Anonim mengatakan...

terhanyut ku di buai untaian kata nan indah ini...

qitsha...................